
love
Meski telah menambah tidur setelah sholat shubuh, rasanya mata ini tak pernah lelah terpejam. Ngantuuuukkk sekali!! Sampai – sampai pas di motor, sempet – sempetnya tidur lagi. Hahaha…untunglah saya seorang boncengers, jadi nggak perlu takut kalo nabrak
Tapi, tiba – tiba saya terbangun karena menyadari motor temen saya dan beberapa kendaraan lain berhenti. Bukan lampu merah, bukan pula kecelakaan, tapi ada seorang kakek yang sudah sepuh sedang menarik gerobak sampah, di belakangnya istrinya ikut mendorong gerobak agar lebih cepat bergerak.
Subhanallah. Saya takjub melihatnya. Betapa cinta itu saling memiliki disaat ada di atas, maupun saat terseret ke bawah. Cinta itu kuat, karena apapun yang menimpa, tidak akan menceraikan ikatan cinta.
Apa yang akan saya lakukan ketika suami saya kelak tiba – tiba tidak punya apa – apa? Apa saya kuat? Apa saya akan tetap mendampinginya mengais kembali rizky yang halal demi sesuap nasi? Atau saya akan memilih meninggalkannya? Karena saya berfikir saya masih mampu memiliki yang lebih baik darinya. Semua pertanyaan itu tiba – tiba saja nangkring di kepala. Tidak ada yang mau hidup merana, semua orang ingin hidup berkecukupan, tetapi terkadang kenyataan tidak seindah khayalan. Dan, kita sebagai manusia hanya harus menjalani dan menghadapi semua yang sudah digariskan kepada kita. Tinggal bagaimana kita menyingkapinya, menyerahkah? Atau sedikit demi sedikit kembali berdiri?
Saya yakin, kakek itu tidak akan meratapi nasibnya, bahkan beliau akan selalu bersyukur karena di saat seperti itupun, istri yang disayangi masih setia menemani. Cinta memang bukan segalanya, tapi cinta adalah anugerah. Berbahagialah orang yang masih punya cinta dan dicintai, karena dengan itulah, kita masih bisa tersenyum walau cobaan tak henti berdentum



