Batas Privasi

Akhir-akhir ini saya sering disibukkan dengan pertanyaan dari teman-teman saya mengenai sahabat saya. Sebut saja Ukhti. Ukhti ini memang telah berubah. Sekarang dia memakai jilbab yang panjang, bergamis dan berkaos kaki :P . Perubahan drastis dan mencengangkan tentunya. Dan sulit diterima teman-teman saya sebagai hal yang lumrah :| Akhirnya, sayalah yang menjadi sasaran. Mereka nggak salah sih…secara saya teman satu kamarnya :mrgreen:

Tebak apa jawab saya? Tidak tahu! Yap!! Saya bukan tidak peduli atau bagaimana, tetapi menurut saya, agama adalah hal terprivat yang dimiliki oleh semua orang. Bukan hak saya mencampurinya. Bahkan untuk sekedar bertanya-pun saya enggan. Kecuali dia yang bercerita sendiri. Tapi, saya merasa lebih baik saya nggak tahu apa-apa, daripada saya tahu dan ketika saya menyampaikan ke teman-teman terselip kata-kata bak bumbu penyedap. Tidak tahu adalah kalimat ampuh dan ditambah senjata tanya saja ke yang bersangkutan :P Dengan begitu saya merasa lebih aman :D

Tidak mau mengingatkan? Lhoh, apanya yang diingatkan? Sedangkan kita tidak tahu mana yang benar. Bisa saja saya yang sekarang ini salah agamanya dan dia malah yang benar, who knows?

Yang saya yakini sekarang adalah, dia pasti punya alasan dan landasan berubah seperti itu. Dan, Insya Allah semua karena meminta ridho dari Allah SWT semata. Toh dengan perubahannya itu, membuat saya sedikit sungkan kalau berpakaian yang kurang sopan meski di kamar, membuat saya menjaga sikap dan perkataan dengannya, karena mulut saya ini sering tidak bisa menahan diri untuk tidak ngrasani orang lain :D Bukankah itu juga mengurangi dosa saya? Wallahualam.

Pesan untuk teman-teman saya yang masih penasaran, saya tekankan sekali lagi, saya tidak tahu dan silahkan bertanya kepada si Ukhti untuk jawaban yang benar-benar benar :D

This entry was posted in Agama, Sahabat dan Teman and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

22 Responses to Batas Privasi

  1. Temen2 yg penasaran baca post ini?? :mrgreen:

  2. zee says:

    Setiap orang pasti punya batas pribadi. Seperti urusan cinta, kepercayaan, keluarga, prinsip, itu termasuk hal2 personal yang even teman dekat pun tidak bisa intervensi kecuali diminta….
    Menurut saya tindakan kamu itu benar. Abaikan saja pertanyaan teman2, sebenarnya itu juga salah 1 bentuk ekspresi rasa penasaran saja… :)

  3. achoey says:

    wah
    salut buat si ukhti itu
    ayo pada nanya langsung aja ke ukhti-nya ya :)

  4. Nazieb says:

    Bagimu kelakuanmu, bagiku kelakuanku..

    Hihihi :*

  5. Setiap orang emang punya batasan2 untuk privasinya yah….

  6. Chic says:

    betuuuuul… agama dan ibadah itu hak pribadi. urusan yang bersangkutan dengan Tuhannya. Kita ga berhak ikut campur di situ, apalagi trus men-jugde salah atau gimana lah.. wong ibadah kita ya belum tentu bener kok… :P

  7. Ayel Bertuah says:

    memang jalan hidup orang berbeda2…

  8. mrpall says:

    setiap orang punya nasib sendiri….yah

  9. Sahabat tercinta,
    Dengan hormat saya mengundang sahabat untuk mengikuti pagelaran Kontes Unggulan Cermin Berhikmah (K.U.C.B) di blog saya -New BlogCamp-
    Silahkan menulis cerita fiksi mini yang bisa diambil hikmah atau dipetik pelajaran darinya, lalu daftarkan di New BlogCamp.
    Hadiahnya sih biasa-biasa saja tetapi sensasinya sungguh luar biasa karena sahabat akan terkagum-kagum dengan bakat anda dalam menulis sebuah cerita fiksi.
    Jika anda berminat silahkan menyimak ketentuan dan syaratnya di :
    http://newblogcamp.com/kontes/kontes-unggulan-cermin-berhikmah
    Terima kasih.
    Salam hangat dari Surabaya

  10. sebaiknya sih emang tanya langsung sama orangnya.
    Kita ga perlu jadi juru bicara hehehe

  11. andinoeg says:

    itulah susahnya, ketika kita tidak baik kita dihujat ketika kita baik kita dicurigai

  12. Aziz Hadi says:

    Sebenarnya bagus, dan memang bagus, saya membaca kalimta terakhir ” sampai di kamar saja malu” itu adalah kalimat yang menyentuh.. salute..

  13. pututik says:

    kamu melakukan yang seharusnya dilakukan, meskipun kadang jawaban seperti itu dianggap kurang enak dibeberapa orang. bagi saya urusan pribadi orang untuk berubah adalah haknya, mau itu baik atau buruk. hanya kita sebagai sahabat mengikuti yang baik dan menjauhi yang buruk dari kadar agama kita.

  14. achoey says:

    met makan siang dik :)

  15. INIJIE says:

    Sikap kamuh udah bener kok…
    Satu statement saja yg ga jelas terlontar, bisa jadi efek bola salju rumor, mending bilang ‘ga tau’ :D

  16. BP-BIO says:

    Salam kenal dari Kalimantan Tengah.

  17. Robby says:

    jadi ingat ceramahnya cak nun di bantul yg mngatakan bahwa agama itu aurat (wilayah privacy seseorang)

  18. edratna says:

    Sikap yang baik…masing-masing orang punya privacy….

  19. Salut mbak,…slam dari pekalongan

  20. morishige says:

    saya juga menganut paham kalo agama adalah urusan diri sendiri. :D
    kalau dia nyaman dengan kepercayaannya, keyakinannya, malah bagus banget. :D

  21. Necky says:

    langsung nanya mungkin segan sepertinya bu….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>