Kabar bahagia atau aib?

nikah

Sampai saat ini saya masih bingung dengan fenomena kebanyakan orang menikah diam-diam. Tau-tau uda pada nongol nunjukin jari manis yang uda disemati cincin dan beberapa potong foto-foto pernikahan, biar nggak dikira hoax kali ya..hehe..

Fenomena ini saya simpulkan diawali dengan pernikahan beberapa artis yang terkesan diam-diam dan penuh rahasia. Belakangan hal seperti itu juga menjadi tren di kalangan muda-mudi biasa.

Seperti itu juga terjadi pada salah satu orang yang saya kenal, tiba-tiba saja dia masuk milis dan menyebarkan berita seperti yang saya capture di atas. Sebelumnya memang juga ada orang yang saya kenal yang tiba-tiba muncul dengan berita kehamilannya dan dia baru konfirmasi kalo sebenarnya dia sudah menikah. Kedua orang yang saya kenal itu menikah secara siri alias secara agama saja, belum secara hukum.

Sebenarnya nggak papa sih, mau mereka nikah siri atau nikah hukum, saya kurang begitu peduli dengan itu, karena itu urusan mereka, itu kehidupan mereka, jika mereka sudah berani mengambil keputusan untuk menikah dengan cara mereka itu, berarti memang mereka siap menerima konsekuensinya. Saya yakin mereka sudah dewasa, uda nggak pantes dinasehati. Yang saya sesalkan kenapa harus diam-diam?? Bukannya pernikahan itu adalah hal yang suci dan sakral? Bukankah pernikahan itu adalah hal yang membahagiakan dan indah? Kenapa begitu pelitnya orang-orang yang nggak mau membaginya kepada orang-orang yang dikenalnya. Nggak mau dikunjungi? Nggak mau kesakralan pernikahan dicemari recoh dan rusuhnya saya dan teman-teman saya yang lain? Saya rasa memberi kabar saja itu sudah membahagiakan kami. Saya rasa kami bisa memahami jika kalian tidak mau kami hadir, tapi kami hanya ingin kalian berbagi kabar bahagia itu dengan kami. Sudah, itu saja.

Karena pernikahan itu adalah kabar bahagia bukan aib yang musti ditutup-tutupi, bukankah dengan apa yang kalian lakukan sekarang dapat membuat kami yang mengetahuinya menjadi berpikiran yang bukan-bukan? Atau malah pikiran kami itu menjadi yang iya-iya? Tidak ada yang tahu. Naudzubillahmindzalik,,,semoga pernikahan saya besok tidak diwarnai dengan kesakit hatian dan fitnah yang keji, amiinn….

[UPDATE] Sebenarnya seperti yang sudah saya singgung di atas, saya bukan meminta diundang atau apa, kalaupun memang nggak diundang karena alasan keterbatasan dana dll, saya dan temann-teman saya pasti mengerti, saya cuma ingin dikabari, jadi saya bisa ikut mendoakan kelancaran pernikahannya dan juga mendoakan supaya keluarganya menjadi keluarga yang bahagia dunia dan akhirat. Hanya itu!

This entry was posted in Kehidupan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Kabar bahagia atau aib?

  1. sashimiboy says:

    emang sis bukan aib, berpikir positif aja mkn mereka melakukan hal tersebut karena keminiman anggaran, gak enak juga kan kita ngabari seluruh atau sebagian besar temen kita tapi kita gak bisa undang mereka. Kan sebagai temen kita juga kepingin di undang juga toh, ketika temennya kita nikah dan sebaliknya mereka juga maunya gitu…….

    kalo liat temen – 2 sis bisa jadi mereka mengalami hal diatas, mkn ceritanya lain kl mereka menikahnya 10 taon lagi ketika sudah mencapai kesuksesn yang dibutuhkan untuk mengundang seluruh temennya ….. btw kayaknya Ane PERTAMX nich :p

  2. orange float says:

    jangan lupa kalo nikah ngundang ya :lol:

  3. wawoetz says:

    berpikir positif aja :) seseorang ingin menikah muda dimasa sekarang sangat dipenuhi dilema. Insyallah jika punya rejeki pastinya akan undang2 :)

    • angelndutz says:

      hahahakz sayang kmrn sebenarnya pernikahan mereka mewah :P

      • wawoetz says:

        :) udah dikabarinkan jenk sama dia? tinggal doanya aja kan :) . Sebenarnya ini cuma soal waktu, dia cuma cari waktu untuk mengabari , untuk soal waktu itu tergantung kbijakan mereka juga, dan kalau dia menganggap aib, nggak mungkin kan disebarin saat ini,soal nggak diundang mungkin beliau kekurangan di salah satu resourcenya :) .

  4. nonadita says:

    Nikah diam2 mungkin karena anggarannya minim kali ya.. Atau karena keluarganya saja sudah besar dan banyak orang jd cukup dirayakan bersama keluarga saja. Eh udah mau nikah nih? Hihihihi

  5. pututik says:

    kalo temen nikah kok gak diundang mungkin lupa ndutz atau mungkin juga gak enak dikira sombong karena acaranya mewah :) ya nasib kalau tdk diundang ya gak boleh datang tho ndutz. Doanya aja supaya nikahnya berkah.

  6. bakulrujak says:

    (di lingkungan saya yg kejawen,) konsep menikah dengan perayaan itu hajat orang tua,
    utk mengabarkan kepada tetangga dan handai taulan bahwa anak saya si Fulan telah resmi menjadi suami si Fulani. Agar tak timbul fitnah.
    Itulah mengapa di beberapa kasus, orang tua tetap ngotot ikut berpartisipasi dalam resepsi nikahan anak walaupun si anak sudah sangat mampu mengurusnya sendiri :D

  7. akhmad fauzi says:

    Absen wae…salam kenal ya?trims kunjunganya

  8. zee says:

    Well saya bisa mengerti perasaanmu Njie.
    Sebagai teman dekat tentu ada rasa memiliki even sedikit, dan memberitahukan kabar bahagia pada teman dan keluarga dekat itu sudahlah seharusnya, kecuali… kecuali memang teman kita itu tdk merasa kita adalah teman dekat yg bisa dipercayanya.
    Mungkin mereka punya alasan untuk itu, kenapa tidak mengundang atau tidak memberi kabar. Bisa kita tanyakan saja alasannya toh, biar clear.
    Saya Njie, saya nikah jg tidak undang siapa2. Tapi memang di hari H, saya mengabari teman2 saya dan bos, sbg pengumuman & krn saya menghargai dan menyayangi mereka sbg orang terdekat saya. Dan mereka mengerti kok, krn sy berhak untuk begitu :) .

    Kamu berhak minta penjelasan pada temanmu kenapa tidak mengabari. Tp apapun alasan dia, ya sud lah. Doakan saja rumah tangganya lancar-2. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>