Demi Cinta….

December 4th, 2008
Love

Love

Maaf, ku telah menyakitimu
Ku telah kecewakanmu
Bahkan ku sia - siakan hidupku,
dan kubawa kau s’perti diriku
Walau hati ini t’rus menangis
Menahan kesakitan ini
Tapi ku lakukan semua demi cinta
Akhirnya juga harus ku relakan kehilangan cinta sejatiku
Segalanya t’lah ku berikan
Juga semua kekuranganku
Jika memang ini yang terbaik
Untuk diriku dan dirinya
Kan ku t’rima semua demi cinta

Jujur, aku tak kuasa, saat terakhir ku genggam tanganmu
Namun yang pasti terjadi, kita mungkin tak bersama lagi
Bila nanti esok hari
Ku temukan dirimu bahagia
Ijinkan aku titipkan kisah cinta kita selamanya

by Kerispatih

Dengarkan….
Rasakan…..
Bayangkan….
Jika seseorang yang terus menemani dan mendukung kita disaat kita di bawah dan ikut tersenyum tanpa pernah meminta saat kita diatas tiba-tiba tiada, perasaan apa yang ada dalam hatimu?
Terlalu picik jika apa yang aku tulis ini hanya dikaitkan dengan kekasih,,,maka renungkan…..

Obsesi dan amarah

November 19th, 2008
bayiku nesu

bayiku nesu

Apa yang ada dipikiranmu ketika kamu ingin menceritakan isi hatimu pada seseorang? Apa kamu akan melihat apakah dia cewek/cowok, kaya/miskin, tua/muda? Aku rasa enggak. Kamu akan menceritakan uneg-unegmu itu pada siapapun yang kamu merasa nyaman bercerita kepadanya. Meskipun dia tidak pernah memberimu saran ataupun malah hanya tertawa kecil mendengarmu, tapi kamu akan tetap bersenandung lagu hatimu padanya. Karena kamu merasa nyaman berada di dekatnya.

Namun masalah kemudian muncul ketika kamu merasa nyaman menceritakan semua isi hatimu pada seorang bigos atau biang gosip. Pasti kamu akan berfikir dua kali untuk itu. Ada sebuah percakapan singkat antara aku dan salah satu temanku.

Matahari:”Prit, aku mau curhat nih.”
Prity:”Bentar. Sebelum dimulai, boleh aku tanya?”
Matahari:”Apa?”
Prity:”Kamu kan tau aku sangat amat bocor, tapi kenapa kamu dan banyak yang lainnya masih ajah suka curhat ke aku? Apa nggak takut semua bakalan ku umbar kemana-mana?”
Matahari:”Aku merasa nyaman dan enak kalo curhat sama kamu. Udah itu ajah prinsipku. Nggak masalah kalo kamu mau bocor sama siapa ajah, karena aku tau kamu bisa milah-milah mana yang layak dipublikasikan mana yang enggak..tapi itu menjadi masalah kalo kamunya yang keberatan”
Prity:”Ouh…gitu toh..aku sih enjoy-enjoy ajah”

Yah…antara obsesi dan amarah itu adalah judul curhatan salah satu pasienku kemarin. Tidak akan aku bahas, karena aku sendiri tidak mengerti apa yang dia ceritakan. Aku hanya bisa mendengarnya dan sesekali menyisipkan kalimat

Sabar, Buk!!!

Sebuah Ikatan Suci

November 13th, 2008

pic. Bunga-Ashraf

Cinta….
Perasaan menggebu-gebu dan ingin segera terakhiri di tatanan apik sebuah pernikahan

Tapi apakah sebuah pernikahan itu selalu indah?
Ya!! Setidaknya itulah yang ada dalam fikirku saat ini
Aku ingin segera lulus kuliah dan mengakhiri masa lajangku tentu yang kuinginkan bersama kekasih hatiku

Perjalanan menuju ke sana sungguh teramat panjang
Aku harus melalui banyak sekali godaan dan tentu ujian untuk mempertahankan cinta kami
Saat aku sedang berjalan kini, ada terbesit satu pertanyaan dalam hatiku
Apakah pernikahan itu selalu indah?

Tak pelak, akupun menemui banyak sekali option atas pertanyaanku
Ada salah seorang wanita yang aku kenal sangat periang meskipun dia pendiam, tapi semenjak menikah dia menjadi lebih pendiam, murung dan terlihat lebih kurus dari biasanya, apakah pernikahan itu indah?
Ada salah seorang wanita yang aku kenal sangat ramah, cablak dan gendut, tetapi mendadak kurus dan tak bergairah akan hidupnya saat dia tahu suaminya telah menikahi wanita lain sebelumnya dan sekarang meninggalkannya dengan membawa motor yang dia kredit dari koperasi perusahaannya, apakah pernikahan itu indah?
Ada salah seorang wanita yang aku kenal sangat berambisi dan suka memaksa, dia menjadi semakin dijauhi oleh teman-temannya ketika semua temannya tahu dia berhubungan dengan seorang lelaki beristri. Diapun bermesraan di kantor tempat dia bekerja. Sungguh tragis. Apakah pernikahan itu indah?

Aku menjadi ragu untuk menjawabnya sekarang
Atau lebih tepatnya aku takut untuk menjawab

Kutarik nafasku dalam dan menghembuskannya perlahan….
Jalanku masih panjang…ya masih sangat panjang….
Aku tak boleh berhenti hanya karena pertanyaan dan pilihan jawaban itu
Aku harus terus melangkah dan menemukannya kelak, saat aku berani menyatakan
“Ya,,aku siap menjadi istrimu, Sayang!”

Dedicated to November, 13rd 2006

Twilight!!!

November 10th, 2008

So Great!!!!! Tetralogi yang membuatku penasaran untuk membacanya!!!

Minyak Telon

November 6th, 2008

pic. Minyak Telon

Aku termasuk salah satu cewek penggila minyak telon di dunia
Bayangin ajah, tiap habis mandi sama sebelum tidur, gak lupa selalu tak oserin tuh minyak di bagian perut, dada, sama punggungku
Sensasi yang disuguhkan sungguh menetramkan…teduh dan membuatku terlelap tidur….

Tapi kok ya masih ada juga yang nggak suka sama aromanya? Katanya kayak orang masuk angin terus kerokan..what????
Alhamdulillah banyak juga yang suka meski nggak suka makenya.

Tapi, tetep ajah aku suka banget pake nih barang. Kamu juga suka kan?

Droopy!!

November 3rd, 2008

Droopy Dog

pic. Droopy

Satu lagi tokoh kartun yang paling bisa bikin aku kesengsem…

Yuhu!!! Si Droopy Dog!! Sama halnya dengan Pooh, aku suka karena dia jg ngeselin!! Bedanya kalo Pooh pantat bahenolnya, si Droopy ini diberi anugerah Tuhan bermuka innocent, jadinya kalo mau marah ma dia uth nggak bakalan bisa de..

Pooh!!!!

November 3rd, 2008

pooh

pic. Pooh!!

Suka Pooh juga’?

Bagian apa yang paling kamu suka dari Pooh?

Coba tanya aku!!!

Aku paling suka pantatnya :D

Kalo aku ngeliat pantatnya, rasa kesalku terobati banget!!!!

Kalo kamu?

Pamit

October 6th, 2008

pic. AngelNdutz

Hoammm…….

Berat rasanya harus mengatakan ini pada semua….
Saya adalah cewek yang sangat menggemari Diary..
Sejak SD saya sudah punya buku harian, meski sekarang entah dimana. Banyak yang dibuang oleh Ibunda, karena hanya dianggap catatan nggak penting. SMK buku harian berganti menjadi buku harian elektronik. Saya menulis di PC saya. Dengan mengandalkan Ms.Word dan proteksinya. Tapi, tak ada kenyamanan disana. Ketika saya sedang marah atau bahagia, ungkapannya baru setelah saya tiba dikost dan menyalakan PC saya. Juga sangat tidak ekspresif. Saya benci itu. Belakangan ini, saya mulai mengenal blog. Dan saya mencoba menulis disini. Meninggalkan kebiasaan saya menulis Diary. Tapi setelah hampir setaun rasanya saya berkutat, saya tak kunjung merasa nyaman. Saya banyak menulis topik-topik yang seharusnya tidak semua orang harus tau. Saya juga merasa kurang ekspresif. Sama ketika saya menulis di Ms.Word. Ah…mungkin saya memang harus kembali ke diri saya yang dahulu. Menulis di Diary. Saya tak lagi mencari Diary violet yang telah lama saya damba…saya hanya akan pergi ke toko depan kantor, membeli Diary di sana, dan memulai episode baru kehidupan saya…

Maafkan saya teman-teman…saya sangat bangga mempunyai kalian… Insya Allah, saya akan tetap menjadi penikmat tulisan-tulisan kalian….Maaf juga apabila ada yang kurang berkenan dengan tulisan atau komentar-komentar saya….

Gudbay…..

Pertanyaan yang….

October 6th, 2008

pic. bocah

Ada cerita menarik saat aku sedang menyuapi adikku di suatu pagi yang cerah….

J : “Ning, enak yo saiki wes gak poso. Iso mangan kapan ae.” (Mbak, enak ya sekarang sudah nggak puasa. Jadi bisa makan kapan saja.)

Aku hanya tersenyum sambil berfikir, mungkin dulu saat aku masih seumuran dia, aku juga memaknai puasa sebagai jeruji kebebasan memakan dan meminum sesuatu. Ah…tak perlu rasanya aku memarahinya dan menekankan padanya tentang keikhlasan berpuasa hanya karena Allah Ta’Ala.

J : “Ning, sing lair di dunia pertama iku sopo?” (Mbak, yg lahir pertama kali di dunia itu siapa?)

P : “Adam.”

J : “Sopo iku?” (siapa ituh?)

P : “Nabi Adam.”

J : “Ouh…iyo. Wingi cak Cholis yo ngomong Nabi Adam.” (Ouh..iya. Kemaren Cak Cholis jg menceritakan Nabi Adam.) Cak Cholis ituh guru ngajinya adikku.

J : “Allah iku sopo Ning?” (Allah itu siapa, mbak?)

P : “Tuhan”

J : “Gak ono sing nglairno yoh?” (Gak ada yang ngelahirin ya?)

P : “Enggak..wes ndang dimaem. Ojo ngomong ae.” (Enggak..yauda cepet maem. Jangan ngomong ajah.)

Sebenarnya, kalimat terakhirku itu sengaja aku keluarkan, karena aku gak mau terlalu pusing memikirkan jawaban atas pertanyaan2 yang pasti akan menjebakku ke dalam lembah kesukaran. Bingung menjelaskan. Lalu dicap gak berpendidikan. Aduh!! Aku belum siap terlihat bodoh di depan adikku.

Aku menyadari betapa susahnya orang tuaku dulu mengajariku sesuatu. Karena setiap aku bertanya tentang sesuatu yang bisa dibilang konyol tentu saja mereka akan kebingungan menjelaskannya. Seperti saat pemikiran saat aku kecil, bahwa orang melahirkan itu dari lubang dubur bukan dari miss V… :)) sangat menggelikan. Dan satu kesimpulanku..

Nggak perlu nunggu jadi orang tua untuk menjawab pertanyaan2 konyol tentang dunia ini :)

Kesimpulan nggak penting dari tulisan yang nggak penting juga ;))

Btw, Met Lebaran yuh, Sobs….Maap Lahir Batin ye…..

September 26th, 2008

Saat membaca postingan ini, saya baru saja mengetahui kejadian besar yang baru saja menimpa dia. Sumpah saat ini saya menangis. Saya tak sadar emosi saya juga terpancing ketika membacanya. Ataukah hanya saya yang hiperbol?? Entah. Memang agak telat mengetahuinya, sebagai seorang yang dianggap paling dekat dengannya, saya malah tak tahu apa2. Tapi itu bukanlah soal. Saya yang hanya terlalu sibuk dengan dunia saya sehingga tak pernah punya cukup waktu untuk mendengar keluh kesahnya. Untuk menjadikan dia merasa nyaman bercerita pada saya. Saya memang payah.

Dia baru saja meniti karirnya di sana. Tempat yang jujur tak pernah saya sukai. Diapun menemukan dunianya di sana. Saya bahagia. Namun mungkin sekarang dia sedang dicoba.

Kamera itu. Saya dan dia beli berdua. Di salah satu stand di Tunjungan Plaza. Di hari terakhir sebelum keberangkatan dia ke sana. Dia pernah berjanji pada saya bahwa dia akan menjaganya. Dia bilang nggak akan melukainya ataupun menghilangkannya. Menyamakannya dengan nasib dari barang-barang terdahulu yang pernah ada dalam hidupnya. Tapi ini bukan kesalahannya. Barang itu raib tentu bukan keinginannya. Dan saya memakluminya.

Pantas tadi malam semalam suntuk saya menghubunginya. Tidak pernah ada jawaban. Sampai-sampai saya harus tidak tidur demi menghubunginya. Ketika saurpun tak luput saya mencobanya. Mencoba menghubungi teman-teman dekatnya. Apa yg terjadi dengannya. Itu yang selalu saya tanyakan. Tapi tampaknya tak ada respon. Saya merasa tidak akan ada hal yang begitu mendesak. Mungkin hanya ketiduran dan lupa tak recharge hapenya. Seperti kebiasaannya.

Tapi tampaknya kali ini saya salah menafsirkan perasaan saya. Dia sedang dilanda musibah. Dan bodohnya saya mengetahuinya dari plurk dan blognya. Jauh setelah teman-temannya tau. Tak apalah. Daripada tidak sama sekali.

Sabar ya, Hunn….