Pergi Sebentar…

Ketika pikiranmu tak lagi ada ditempat…
Ketika semua orang tak lagi melihatmu dekat…
Ketika semua tempat tak dapat membuatmu rekat…

Cobalah pergi sebentar…
Rasakan indahnya ketiadaanmu…
Rasakan hidupnya sanubarimu…

Lihat apa yang mereka lakukan!
Dengar apa yang mereka bicarakan!

Lalu putuskan apakah cukup sebentar?

Posted in Karir | Leave a comment

Orang Sibuk…

Banyak yang menganggap orang sibuk itu orang sombong. Orang yang tidak mengerti keadaan sekitar. Orang yang hanya memikirkan kepentingannya, tanpa bergaul dengan orang – orang di sekitarnya.

Beda dengan orang kebanyakan, aku justru ingin sekali menjadi orang sibuk. Terlihat elegan dan mengagumkan kalau aku bilang. Mereka yang sibuk, selalu menjadi orang cool!!!

Tapi, ketika sekarang aku menjadi salah satu dari mereka, aku merasa ada perubahan dalm definisi orang sibuk pada pikiranku.

Orang sibuk adalah orang yang hidupnya hanya dengan hal yang dia lakukan. Orang yang tidak peduli benar dengan apa yang terjadi disekitarnya sampai apa yang menyibukkannya selesai. Orang sibuk juga membuat orang malas mendekatinya. Semua pergi dan mencari kebahagiaan tanpanya.

Menyesal jadi orang sibuk? Tidak juga! Aku hanya belum terbiasa. Aku hanya perlu belajar membagi waktu. Aku hanya perlu sedikit waktu untuk dapat menyortir jam dalam sehari berdasarkan kepentingannya.

Aku orang sibuk, dan aku bangga menjadinya :)

Posted in Karir, Sahabat dan Teman | 1 Comment

Khitan dan Mitos

hoaammmmm….
lama ternyata saya absen untuk menulis di blog tercinta ini :D
entah karena memang saya sibuk atau karena saya malas, alasan itu susah juga untuk saya tebak sendiri :D

akhir pekan lalu, saya habiskan di kampung halaman saya tercinta. ada acara. adek saya yang ganteng satu itu lagi punya gawe. dia khitan atau kalau orang jawa bilang sunat. alasannya mudah saja, teman² sekelasnya yang cowok uda pada khitan, tinggal dia doang selain faktor amplop :mrgreen: .

pas dia mau dikhitan, kan para tetua ngrubungi dan memberi wejangan² gitu, dan ada satu mitos saya nggak suka.

ojok nangis, le..mengko mundhak oleh rondho
-jangan nangis, nak..nanti dapat janda

saya melihat dia dengan seksama, gimana pada saat dia disuntik di-anu-nya dia tak sedikitpun menitikkan air mata, padahal saya tahu sakit banget! anak sekecil itu, bisa menahan sakit yang wah itu hal yang sangat mengagumkan saya rasa. yang saya sayangkan, kenapa dia tidak boleh menangis? kenapa dia tidak boleh meluapkan kesakitannya itu? harusnya kalau dia menangis dia mungkin tidak akan semenderita itu. saya yang melihat saja tidak tega, oh adikku…cukup sekali saja ya Sayang kamu dikhitan, jangan bolak-balik! sesek dada ini melihatnya :(

selamat menjadi mas :D

Posted in Uncategorized | 7 Comments

Gimana?

Bulan ini adalah bulan penuh tangis bagi saya. Secara mengejutkan saya ditinggal 3 orang sahabat saya. Yaa…bukan karena mereka depresi tinggal dekat dengan saya, tapi mereka menjemput kebahagiaan tak terkira.

Nela…sahabat saya ini adalah teman berbagi suka, duka, tawa, canda kala saya di kantor :D Teman SMK saya dulu sih, tapi dulu nggak begitu dekat, karena jadi sekantor ya ostosmastis jadi dekat :D . Hampir 3 tahun bersamanya di kantor ini, dengan kalemnya, dia bilang mau berhenti. Dia akan menikah dan hidup bersama suami tercintanya di Jakarta :( kesalip deh

Sediiiiiiiihhhhh banget mbayangin nggak ada dia lagi pas pagi² nyampe kantor :( Kemarin ajah pas dia cuti lamaran, rasanya aneh :(

2 yang lainnya adalah Cike dan Ashron(bukan nama sebenarnya :D ). Kalau mereka ini tempat saya mencari hiburan dipenatnya rutinitas kampus dan kantor. Mereka selalu bisa mewarnai hari saya, membuat saya lupa sejenak akan hiruk pikuknya kehidupan saya. Mulai dari sesuatu yang bersifat hura-hura sampai sesuatu yang bersifat menyehatkan.

ki-ka (Ashron-Anjik-Puguh-Billy-Cike)

Sahabat saya yang ini harus menunaikan tugas sebagai abdi negara di Jakarta :( Sedihhhhhh banget!!! Sesek rasanya dada ini, mbayangin mereka nggak lagi mengisi hari :(

Hasil perenungan tadi malam, sebenarnya yang terpenting dalam hidup ini, bukan bagaimana kita mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi bagaimana kita mempertahankan apa yang kita punya sekarang dan menjaganya agar tidak sampai rapuh apalagi hilang. Begitu pula saya. Saya tidak akan meratapi kepergian mereka, karena mereka tentu akan lebih bahagia setelah ini, tapi saya akan menjaga persahabatan kami hingga suatu saat saya akan dapat menyusul mereka menjadi pribadi² yang membanggakan :)
Apa konklusinya? Ya itu tadi di atas :| selain Jakarta yang terbukti menyeret orang² yang saya sayangi >.<

Selamat Menempuh Hidup Baru, Sahabatku…semoga Allah selalu menyertai setiap langkahmu ^^

 

Posted in Sahabat dan Teman | 6 Comments

There is no time to do the useless things

…dan membenci adalah salah satunya. Mari berbaik sangka ria :)

Posted in Sahabat dan Teman | 9 Comments

Batas Privasi

Akhir-akhir ini saya sering disibukkan dengan pertanyaan dari teman-teman saya mengenai sahabat saya. Sebut saja Ukhti. Ukhti ini memang telah berubah. Sekarang dia memakai jilbab yang panjang, bergamis dan berkaos kaki :P . Perubahan drastis dan mencengangkan tentunya. Dan sulit diterima teman-teman saya sebagai hal yang lumrah :| Akhirnya, sayalah yang menjadi sasaran. Mereka nggak salah sih…secara saya teman satu kamarnya :mrgreen:

Tebak apa jawab saya? Tidak tahu! Yap!! Saya bukan tidak peduli atau bagaimana, tetapi menurut saya, agama adalah hal terprivat yang dimiliki oleh semua orang. Bukan hak saya mencampurinya. Bahkan untuk sekedar bertanya-pun saya enggan. Kecuali dia yang bercerita sendiri. Tapi, saya merasa lebih baik saya nggak tahu apa-apa, daripada saya tahu dan ketika saya menyampaikan ke teman-teman terselip kata-kata bak bumbu penyedap. Tidak tahu adalah kalimat ampuh dan ditambah senjata tanya saja ke yang bersangkutan :P Dengan begitu saya merasa lebih aman :D

Tidak mau mengingatkan? Lhoh, apanya yang diingatkan? Sedangkan kita tidak tahu mana yang benar. Bisa saja saya yang sekarang ini salah agamanya dan dia malah yang benar, who knows?

Yang saya yakini sekarang adalah, dia pasti punya alasan dan landasan berubah seperti itu. Dan, Insya Allah semua karena meminta ridho dari Allah SWT semata. Toh dengan perubahannya itu, membuat saya sedikit sungkan kalau berpakaian yang kurang sopan meski di kamar, membuat saya menjaga sikap dan perkataan dengannya, karena mulut saya ini sering tidak bisa menahan diri untuk tidak ngrasani orang lain :D Bukankah itu juga mengurangi dosa saya? Wallahualam.

Pesan untuk teman-teman saya yang masih penasaran, saya tekankan sekali lagi, saya tidak tahu dan silahkan bertanya kepada si Ukhti untuk jawaban yang benar-benar benar :D

Posted in Agama, Sahabat dan Teman | Tagged , , , , | 22 Comments

Damainya Hidup Jika Semua Terpenuhi Porsinya :)

Semalaman saya senyum-senyum sendiri. Entahlah,,saya merasa saya telat melakukan evaluasi setahun lalu apa saja yang telah saya lakukan, yang telah saya terima, yang telah saya inginkan namun belum terwujud, tangis, canda, bahkan diam-pun saya renungkan.

Menyinggung apa yang telah saya dapatkan dulu, saya menjadi sadar pentingnya menempatkan semua hal yang ada pada diri kita sesuai dengan porsinya, saya jadi mengurutkan apa saja yang ada dalam diri saya dan apakah semua yang ada di sana sudah sesuai porsinya tahun lalu?

  1. Ibadah; Saya telah memenuhi resolusi saya di tahun 2010 untuk poin ibadah, meski masih banyak yang saya langgar, namun alhamdulillah masih dapat memenuhinya tidak meninggalkannya sama sekali.
  2. Kuliah; Hmm,,,saya kurang bergairah di awal-awal tahun, tapi saya sadar di akhir tahun ini mau bagaimanapun kampus saya nantinya, semangat saya belajar nggak boleh luntur donk! :P
  3. Keluarga; Saya masih menyimpan keinginan tahun ini di point ini :(
  4. Cinta; Hehehe,,,alhamdulillah saya bersyukur karena Allah mengirimkan Guardian Angel penuh pesona layaknya Edward Cullen dalam kehidupan saya. Dia, memberikan saya rasa aman dengan mengerjakan tugas-tugas kuliah saya :mrgreen: yang membuat saya semakin nyaman bersamanya, meski masih saja kami terbatasi jarak, namun antara Gambir-Pasar Turi akan terasa dekat jika hati masih dipenuhi cinta wkwkwkwkwk…
  5. Sahabat; Yay!! Akhirnya poin ini!! Saya ingin berterima kasih pada sahabat-sahabat dekat saya, Nopik, Pipiz, Amel, Dian, Atul, Zaqqi, Mei, Artur, Anjik, Puguh dan masiiiiihhhhh banyak lagi. Itulah yang membuat saya bahagia, saya tidak hanya mempunyai 1, 2, 3, saya bahkan punya lebih banyak sahabat dekat yang selalu ada untuk saya. You rock, guys!!
  6. Karir; Usaha yang saya geluti bersama beberapa sahabat dekat saya bertajuk D’angelz Shop, alhamdulillah sudah memasuki usianya yang pertama awal tahun ini, semoga Allah SWT senantiasa memberikan limpahan rahmat dan lancar rizki di tahun ini. Kepikiran untuk resign dari kantor yang sekarang, jenuh sebagai penyebab utamanya selain gaji :mrgreen: tapi masih saja gamang, mau kemana dan benarkah the next office akan memberikan kenyamanan layaknya kantor yang sekarang?

Overall, saya merasa saya telah memberikan porsi yang sesuai untuk semua aspek di kehidupan saya tahun lalu, dan tahun ini, saya belum tergoda untuk memberikan porsi lebih di aspek-aspek tertentu. Saya masih ingin menghabiskan waktu bersenang-senang dengan teman-teman saya, tapi saya juga tidak ingin meninggalkan kewajiban saya untuk beribadah dan belajar. Ouhhh….semoga tahun ini akan menjadi tahun penuh berkah dan penuh dengan kebahagiaan, amiiiinnnn :)

Posted in Agama, Cinta, kanda&dinda, Karir, Kehidupan, Keluarga | 28 Comments

Perjalanan Air Mata

Sebuah studi mengatakan bahwa wanita lebih banyak menggunakan air matanya untuk menangis daripada untuk membasahi mata.

Yaa..kalimat itu yang kadang mengusik lamunku. Kalimat dari sahabatku di saat melihatku menangis. Saat itu aku masih membantahnya dengan argumen ilmiah karyaku, namun kini serasa hipotesanya lebih beralasan dariku karena untuk kali kesekian aku menangis.

Perjalanan air mata itu seperti perjalanan hidup. Penuh liku dan penuh haru. Kita kecil menangis di saat sedang sakit, bertengkar dengan teman atau karena dapat nilai buruk, hadirlah orang tua yang setia menghapus air mata kita sambil membisikkan “Semua akan baik-baik saja, Sayang”. Damai dan penuh harap menyelimuti lara diri.

Saat remaja, kita mulai menangis karena cinta. Dasar memang anak baru gede, tahu kita menangis, pacar kita merasa bingung dan luluh dengannya. Merasa tidak tega dan mencair karenanya. Jurus ampuh menghindari sebuah pertengkaran.

Namun di saat kita dewasa, air mata adalah sebuah simbol kekanak-kanakan. Orang Jawa bilang, “Wes gede kok nangisan!”. Bahkan sang pacar harus berkata juga “Nangis maneh. Isone kok mung nangis.”

Pernah ada yang menyadarinya? Aku pun menyadarinya baru saja. Kala air mata lagi-lagi membasahi pipiku, aku masih sempat memikirkan perjalanan air mata. Namun kini air mataku bukan lagi karena bertengkar dengan teman, bertengkar dengan pacar atau hanya sekedar meminta perhatian, namun air mataku ini mengalir karena aku harus melihat anakku tidur di sampingku kedinginan, tanpa selimut, tanpa kasur, dia hanya menunduk sambil tangannya tak lepas dari jemariku.

“Anakku, ingin aku bangun, berhambur membawamu ke rumah kita yang asri, menina bobokanmu, memastikanmu hangat. Maafkan Ibu, Sayang…Ibu tidak dapat melakukannya lagi untukmu, bahkan untuk mengatakan bahwa Ibu sangat mencintaimupun tidak bisa. Mungkin kalau perangkat yang menempel di badan Ibu ini terlepas satu, Ibu bahkan akan meninggalkanmu.”

Lagi-lagi air mata yang mampu mengekspresikan semuanya. Syukur Alhamdulillah Ya Allah, Engkau telah menciptakan hal yang indah sebagai penyampai pesan hati ini.

Posted in Uncategorized | 7 Comments

Makna Sumpah Pemuda 2010

Saya bingung ketika saya mandi terdengar sayup-sayup speaker yang mengisyaratkan adanya upacara bendera di sekolah sebelah kost saya. Saya ingat hari ini bukan hari Senin, tapi saya nggak ingat tanggal berapa. Seperti yang sudah menjadi kebiasaan, tanggal yang saya paling nggak bisa lupa ya tanggal lahir saya :D

Mentas, saya langsung cek kalender di hp, ternyata tanggal 28 Oktober dan pantas saja ada upacara, karena hari ini adalah Hari Sumpah Pemuda. Hmm…saya jadi merinding kalau mengingat saya memelajari sejarah Sumpah Pemuda di SMP dulu. Dan aura penuh persatuan dapat saya rasakan kala itu.

Sekarang? Saya memang seorang pemudi Indonesia, saya memang masih muda, tapi saya rada anti dengan bahasa 4L4Y yang sedang in di kalangan muda-mudi Indonesia. Entah saya sudah ketinggalan jaman, atau pemikiran saya saja yang seperti orang tua, tapi saya sama sekali tidak pernah menyukai bahasa tersebut. Saya merasa bahasa semacam itu dapat merusak Bahasa Indonesia yang seharusnya kita junjung tinggi dan kita banggakan.

Ayolah kawan, jangan merusak Bahasa Indonesia dengan bahasa yang kalian anggap gaul itu. Mau jadi apa bangsa ini jika generasi penerusnya nggak menghargai apa yang menjadi miliknya dan identitasnya?

STOP ALAY!!!!

Sekali lagi, Selamat Hari Sumpah Pemuda, wahai pemuda-pemudi kebanggaan Indonesia :)

Posted in Patriotisme | 19 Comments

Semacam pesan,,,

Dahulu disegani,,sekarang dicaci,,
Dahulu disukai,,sekarang dibenci,,

Begitulah, roda kehidupan terus saja berputar, kadang di bawah, kadang di tengah, tak jarang pula di atas. Kebanyakan orang terlena di salah satu sisinya, kalo nggak berleha-leha saat di atas, ya betah terpuruk di bawah. Tinggal bagaimana kita selalu bersyukur terhadap-Nya, sehingga perasaan kita selalu di tengah-tengah, meskipun kita sebenarnya di atas, atau malah tersungkur di bawah.

Tetepi, kenyataan yang sering terjadi, tidak semudah apa yang ditulis di buku-buku itu, ada satu keluarga yang miskin sekali, namun suatu saat ketiban rejeki karena menang lotre misalnya, wohaaa…pasti kehidupannya akan berubah total, yang mulanya rumahnya di bawah kolong jembatan, jadi paling wah di komplek gedongan. Tapi ada juga satu keluarga yang semasa awal berdirinya keluarga itu selalu di atas, tiba-tiba hanya karena ketidak sukaan orang lain pada mereka, sekarang mereka harus mengemis pekerjaan dan menghiba bantuan.

2 contoh kehidupan keluarga itu pada dasarnya sama. Sama-sama berputar 180 derajat tanpa melalui fase tengah. Sekarang yang jadi pertanyaan, siapkah kita dengan keadaan seperti itu? Ya Allah,,,harta ini hanya titipan-Mu, engkau dapat menambah atau menguranginya sewaktu-waktu.

*hanya sebuah ilusi yang mengensensi hari

Posted in Cinta, Kehidupan | 23 Comments