Angel of Nitriphia

ketika bintang mencoba menghiasi malam, ketika lilin mencoba meleburkan beku keegoisan….

Semangat Juli!!!!

Semangat!!

Semangat!!

Bulan ini kudu lebih semangat!!!

Bulan ini kudu gak boleh gembeng!!!

Bulan ini kudu lebih banyak senyum!!!

Bulan ini kudu indah buatku…

Selamat Datang Julikuu…….

1 July 2009 at 00:59 - Comments
indra at 02:28 on 1 July 2009
smangat biarpun rambut kependekan. :D
zee at 03:25 on 1 July 2009
Hehehee... ungkapan yg pas utk menyambut bulan Juli... bulan liburan.

Mengalah=kalah?

Melihat bintang

Melihat bintang

Pernah ada seorang kawan yang bilang padaku

“Sudahlah, ndud…kamu jangan sedih..mengalah bukan berarti kalah kan?”

Aku tergelitik untuk menganalisa kata “Mangalah bukan berarti kalah”

Menurutku kalimat itu salah besar. Mengalah yang artinya sengaja untuk kalah, bagaimana mungkin bukan berarti kalah? Misalnya saja aku mengalah pada adekku yang ingin makan roti semuanya. Aku dituntut mengalah karena aku yang lebih besar di sini, namun apakah berarti aku nggak kalah? Aku tetep kalah!! Karena aku nggak dapet roti itu!! Benar bukan?

Ah..yang terakhir aku simpulkan mengalah hanyalah kata yang digunakan orang-orang pengecut. Nggak mau mengakui kekalahan mereka. Hahahahahhakz….

18 June 2009 at 04:36 - Comments
nyonya at 04:38 on 18 June 2009
hwaa...fesbukku didelete!!!!!!!!
testbug at 04:49 on 18 June 2009
indeed... heh,, CSS gawe textbox-e salah!!! [-(

Suatu perasaan yang tiba-tiba

Aku melapar pagi ini….

Snack pagi dari kantor tak mengenyangkan nafsu cacing-cacing ini…

Aku-pun sudah menyusun rencana untuk pergi ke kantin sebelum sholat….

Tapi,,,,mendadak perasaan itu muncul

perasaan dimana perutku kembung…kembung dengan segala macam polemik yang tiba-tiba ada diotakku

dan tak lagi ku rasa lapar yang amat sangat itu

Pernakah kau merasa seperti itu?

11 June 2009 at 04:57 - Comments
Omiyan at 09:45 on 11 June 2009
sempet bingung nih blog apa FB ya ga taunya hehehehehe awas lho jangan terbiasa menahan lapar...saya sendiri ngalamin yang namanya kelapanran ...
edy at 11:03 on 11 June 2009
ga pernah :P kalo laper langsung kabur ke kantin ato warung sebrang

Donor Darah!!!

Donor

Donor

Pernah donor darah?? Saya sudah 2 kali melakukannya. Pertama ketika saya dinyatakan berusia 17 tahun, salah seorang sahabat saya, Rennita yang notabene adalah seorang PMR sejati memberikan kado terindah saat saya ultah, yaitu pelukan hangat saat jarum suntik itu menembus nadiku dan mengambil darahku dengan sangat cepat dan sangat….tapi ternyata nggak sakit lho. Rennita sungguh sangat berperan dalam hal ini karena dia juga mengabadikan moment sangat berkesan itu sehingga saya masih bisa tetap narzis di saat saya sedang lemah-pun :mrgreen:

Yang kedua, saat saya berusia 18 tahun. Kebetulan saat itu saya baru jadian dengan dia. Jadi saat jarum suntik menekan nadi kami -kami donor bersamaan- tangan kami saling menggenggam seakan menstimulasi semangat dan kasih sayang. Hihihihi…tetep saja saya meminta Rennita yang kebetulan atau tepatnya lagi-lagi menjadi petugas event ituh untuk mengabadikan moment tsb. Saya sangat narzis ternyata :P

Sejak lulus, saya sudah tidak lagi berdonor, padahal saya pingin lho. Saya sampai lupa golongan darah saya apa. Antara A dan B seingat saya. Umm….terlepas dari kemanusiaan, saya suka donor karena saya akan dapat roti dan susu. Entah…rasanya beda jika saya membelinya sendiri hohohohoho…

Punya alasan khusus dalam berdonor??

10 June 2009 at 03:22 - Comments
nyonya at 03:24 on 10 June 2009
sayang..foto²nya ntah kemana :(
Chic at 04:02 on 10 June 2009
baru mau tanya kok photo2 narsis nya ndak ditayangkan :P

Good Bye Days

Dakara ima ai ni yuku
So kimetanda
Poketto no kono kyoku wo
kimi ni kikasetai

Sotto boryu-mu wo agete
Tashikamete mitayo

Oh Good-bye Days
Ima, kawaru ki ga suru
Kinou made ni So Long
Kakko yokunai
Yasashisa ga soba ni aru kara
La la la la love with you

Katahou no earphone wo
Kimi ni watasu
Yukkuri to nagare komu
Kono shunkan

Umaku aisete imasu ka?
Tama ni mayou kedo

Oh Good-bye Days
Ima, kawari hajimeta
Mune no oku
All Right
Kakko yokunai
Yasashisa ga soba ni aru kara
La la la la love with you

Dekireba kanashii
Omoi nante shitaku nai
Demo yattekuru deshou, oh
Sono toki egao de
“Yeah, Hello My Friend” nante sa
Ieta nara ii noni

Onaji uta wo
Kuchizusamu toki
Soba ni ite I Wish
Kakko yokunai
Yasashisa ni aeta yokatta yo
La la la la good-bye days

meskipun aq nggak tau artinya,,entah kenapa serasa begitu dalemnya lagu ini…ada yang bisa mentranslitkannya ke bahasa indonesia yang baik dan benar buat saya?

8 June 2009 at 09:54 - Comments
aNGga Labyrinth™ at 02:10 on 9 June 2009
Ini lagunya YUI yah... apalagi klo nonton dorama nya pasti lebih menyentuh :) Hmm.. klo di artiin ke indonesia artinya rada2 kurang bagus, dalam ...
mas stein at 03:26 on 9 June 2009
pasti musiknya yang terasa dalem mbak, lha wong sampeyan ndak tau arti liriknya

Agar semua terlihat seperti seharusnya

Bimbang

Bimbang

Terkadang kita memberikan satu hal yang seharusnya hanya kita beri porsi setengah menjadi tiga per empat. Dan itu kita lakukan tanpa sadar. Seperti hidup ini. Dalam hidup kita nggak hanya ada kita dan kesibukan kita. Ada hobi kita, teman kita, pacar kita, dan ada waktunya kita harus sendiri. Semua punya porsi sendiri-sendiri yang harus kita atur seadil mungkin.

Susah memang mengaturnya, apalagi kalo berhubungan dengan yang namanya perasaan. Cinta dan persahabatan. Atau pekerjaan. Semua menuntut porsi yang lebih. Tapi bagaimana jika kita menginginkan porsi lebih pada salah satunya padahal ada hal yang buat hal itu nggak mungkin terjadi?

Bagaimana kita memberi porsi pada semua hal sama? Agar semua terlihat seperti seharusnya,,,,,

5 June 2009 at 06:46 - Comments
Chic at 08:22 on 5 June 2009
itu idealnya... tapi ada situasi-situasi tertentu di mana kita sama sekali tidak dapat memilih dan mengharuskan kita mendahulukan salah satu ...
puang cahaya for president at 13:36 on 5 June 2009
Salam dari puang cahaya di bandung kalau aku jadi president orang miskin tidak boleh di kalahkan Bebaskan Prita Kenapa orang miskin selalu di ...

Membosankan!!!!

Bosan

Bosan

Pernah suatu ketika saat saya masih berstatuskan karyawan sebuah perusahaan telekomunikasi yang sudah amat terkenal akan kinerjanya yang dinilai “santai”. Bayangkan saja, dalam 30 hari, terhitung saya hanya bekerja 3 hari yaitu pada tanggal 1, 2 dan 3. Selebihnya saya hanya sebagai penikmat dari kemewahan ruangan saya. Saya hanyalah pegawai kecil yang disuguhi dengan TV 29″, tape recorder, AC, Dispanser, dan yang terpenting saya punya ruangan sendiri. Sungguh tempat pribadi saya.

Namun, dibalik semua itu, saya jenuh sekali. Jenuh karena tidak adanya hal yang saya kerjakan secara rutin. Palingan, saya hanya menandai berkas-berkas yang akan ditanda tangani bos saya, menyerahkannya ke manager, mengatur dan mempersiapkan rapat-rapat dan mengingatkan bos saya akan jadwal-jadwal beliau. Saya jenuh!!!

Beralihlah saya ke suatu perusahaan lain. Masih juga dibidang telekomunikasi. Perusahaan yang tergolong hebat dalam pelayanannya. Bangga juga bisa bergabung di sana. Di sinilah saya merasakan sebenar-benarnya kerja. Saya diberikan aktivitas rutin setiap hari, membuat laporan setiap hari dan setiap bulan, melayani request dari orang-orang yang berada dalam satu ruangan dengan saya. Ya!! Satu ruangan!! Kali ini saya harus berbagi. Tidak cukup hanya dengan beberapa orang, tapi banyak orang. Menyenangkan pertamanya. Saya jadi tidak merasa kesepian, namun di saat-saat tertentu saya memuja ruangan saya yang begitu mewahnya di sana. Tapi ruangan itu sudah terisi dengan orang lain kini :(

Tapi saya kembali jenuh. Jenuh karena setiap hari harus berkutat dengan kesibukan dan tuntutan untuk selesai tepat waktu (istilah kerennya deadline). Saya heran. Padahal hal inilah yang saya impi-impikan sejak dulu. Saya merasa mendapat uang tanpa terkesan Majibut alias makan gaji buta. Lalu kenapa sekarang saya harus mengeluh?

Hoooaaammm……sudahlah :-j saya sudah harus kembali bekerja. Doakan saja saya tidak muntah formula setelah ini hehehehehehe….

P.S: Teman-teman bloggerkuuuuu….AngelNdutz kembaliiiiii!!!!!!!!!!!! >:D<

2 June 2009 at 06:58 - Comments
nyonya at 07:03 on 2 June 2009
welkambek AngelNdutz B-) *masih ada yang dateng nggak ya?*
aLe at 08:39 on 2 June 2009
nDuuuuttttttttz welkambek ya *peluk² istri sendiri* :P

Hanya Begini…

Ketika aku sedang duduk merenung di bawah temaram rembulan, sesosok yang ku kenal sangat mengenalku dan sangat mengertiku mendekat…diperhatikannya raut wajahku…agak lama, namun tatapan mataku tak pernah pergi dari daun hijau di seberang tanganku…dia mulai tak sabar dan bertanya..
“Kau kenapa?” aku terkesiap dan dengan sangat malas menjawab “Aku tak papa”. Namun tampaknya dia tak puas dengan apa yang aku katakan, lantas dia memaksaku untuk kembali berkata-kata. Hal yang sungguh tak ingin aku lakukan saat itu. Sungguh. Tapi dia memaksaku sehingga membuat aku harus sedikit emosi saat menjawabnya. “Kau ingin apa? Mungkin aku bisa membantumu dalam mendapatkannya..” Dengan sedikit memaksa aku menoleh ke arahnya dan berkata “Aku hanya ingin di sini, begini, sudah!!” Dia sedikit kaget dengan apa yang aku katakan, tapi dia tak terlalu bodoh untuk tidak mengerti. Dia pergi. Ntah aku tak tahu kemana….

Terkadang, tak perlu ada orang lain untuk dapat menenangkan kita, cuma ada kita dan alam……..

23 February 2009 at 00:15 - Comments
escoret at 12:16 on 24 February 2009
[..] temaram rembulan, [..] kie opo tho..??? ama terang bulan enak mana..???
ichanx at 13:24 on 24 February 2009
sekarang masih musim hujan.... bulannya ketutupan awan mulu :D

Kok di depanku sih???

Copet

Copet

Dulu, saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, ibu guru saya selalu mengajarkan berbuat jujur dan selalu menolong sesama yang membutuhkan bantuan kita…saya sangat mengayomi itu, meski terkadang saya tidak jujur dan saya juga tidak selalu bisa membantu sesama (terutama masalah finansial :P ), tetapi toh saya sudah berusaha kan? *pembelaan :P

Tetapi hal yang diluar dugaan saya terjadi kemarin…saat saya sedang berada di PO Restu untuk kembali ke Surabaya mengais rezeki. Hal yang seharusnya bisa saya cegah, namun tidak saya lakukan. Di depan mata saya ada seorang lelaki yang sedang mencopet dompet bapak di depannya. Kejadiaan itu tepat di depan muka saya. Ingin rasanya saya untuk mencegah tangan pencopet itu dan berkata dengan lantang COPET!!!!! namun ada juga perasaan egoisme ah..bukan itu saya rasa yang tepat digunakan untuk menunjukkan perasaan saya saat itu. Takut!!! Ya..takut. Saya takut saya akan dibunuh atau diincar jikalau saya naik bus itu kembali. Saya menjadi bimbang dan akhirnya saya hanya bisa melewatkan kejadian itu dan menganggapnya tidak pernah terjadi.

Namun kini saya menyesal, saya merasa jika yang dicopet itu saya, pasti saya akan menyumpahi orang yang melihat kejadiannya namun membiarkannya berlalu. Duh…saya ternyata masih belum dewasa :(

16 February 2009 at 04:43 - Comments
jiwakelana at 17:39 on 17 February 2009
Kalo qm takut, kan qm bisa ngasih tahu bpk itu scara diam2 tanpa d ketahui si pencopet atau ngasih tahu ...
jiwakelana at 17:40 on 17 February 2009
Eh.., itu tadi aq yg pertama ya..

Bosan Sangat!!!!!

Saya merasa sangat bosan dengan semua hal

Termasuk hal yang sedang saya lakukan sekarang

Dan hal-hal yang akan saya lakukan

Semua membosankan

13 February 2009 at 10:03 - Comments
mbak maya at 02:44 on 15 February 2009
It's a nice blog. salam kenal ya mbak.
escoret at 17:23 on 15 February 2009
makanya,PIKNIK..!!!!!