Sebuah studi mengatakan bahwa wanita lebih banyak menggunakan air matanya untuk menangis daripada untuk membasahi mata.
Yaa..kalimat itu yang kadang mengusik lamunku. Kalimat dari sahabatku di saat melihatku menangis. Saat itu aku masih membantahnya dengan argumen ilmiah karyaku, namun kini serasa hipotesanya lebih beralasan dariku karena untuk kali kesekian aku menangis.
Perjalanan air mata itu seperti perjalanan hidup. Penuh liku dan penuh haru. Kita kecil menangis di saat sedang sakit, bertengkar dengan teman atau karena dapat nilai buruk, hadirlah orang tua yang setia menghapus air mata kita sambil membisikkan “Semua akan baik-baik saja, Sayang”. Damai dan penuh harap menyelimuti lara diri.
Saat remaja, kita mulai menangis karena cinta. Dasar memang anak baru gede, tahu kita menangis, pacar kita merasa bingung dan luluh dengannya. Merasa tidak tega dan mencair karenanya. Jurus ampuh menghindari sebuah pertengkaran.
Namun di saat kita dewasa, air mata adalah sebuah simbol kekanak-kanakan. Orang Jawa bilang, “Wes gede kok nangisan!”. Bahkan sang pacar harus berkata juga “Nangis maneh. Isone kok mung nangis.”
Pernah ada yang menyadarinya? Aku pun menyadarinya baru saja. Kala air mata lagi-lagi membasahi pipiku, aku masih sempat memikirkan perjalanan air mata. Namun kini air mataku bukan lagi karena bertengkar dengan teman, bertengkar dengan pacar atau hanya sekedar meminta perhatian, namun air mataku ini mengalir karena aku harus melihat anakku tidur di sampingku kedinginan, tanpa selimut, tanpa kasur, dia hanya menunduk sambil tangannya tak lepas dari jemariku.
“Anakku, ingin aku bangun, berhambur membawamu ke rumah kita yang asri, menina bobokanmu, memastikanmu hangat. Maafkan Ibu, Sayang…Ibu tidak dapat melakukannya lagi untukmu, bahkan untuk mengatakan bahwa Ibu sangat mencintaimupun tidak bisa. Mungkin kalau perangkat yang menempel di badan Ibu ini terlepas satu, Ibu bahkan akan meninggalkanmu.”
Lagi-lagi air mata yang mampu mengekspresikan semuanya. Syukur Alhamdulillah Ya Allah, Engkau telah menciptakan hal yang indah sebagai penyampai pesan hati ini.