Semangat Juli!!!!
Bulan ini kudu lebih semangat!!!
Bulan ini kudu gak boleh gembeng!!!
Bulan ini kudu lebih banyak senyum!!!
Bulan ini kudu indah buatku…
Selamat Datang Julikuu…….
Bulan ini kudu lebih semangat!!!
Bulan ini kudu gak boleh gembeng!!!
Bulan ini kudu lebih banyak senyum!!!
Bulan ini kudu indah buatku…
Selamat Datang Julikuu…….
Pernah ada seorang kawan yang bilang padaku
“Sudahlah, ndud…kamu jangan sedih..mengalah bukan berarti kalah kan?”
Aku tergelitik untuk menganalisa kata “Mangalah bukan berarti kalah”
Menurutku kalimat itu salah besar. Mengalah yang artinya sengaja untuk kalah, bagaimana mungkin bukan berarti kalah? Misalnya saja aku mengalah pada adekku yang ingin makan roti semuanya. Aku dituntut mengalah karena aku yang lebih besar di sini, namun apakah berarti aku nggak kalah? Aku tetep kalah!! Karena aku nggak dapet roti itu!! Benar bukan?
Ah..yang terakhir aku simpulkan mengalah hanyalah kata yang digunakan orang-orang pengecut. Nggak mau mengakui kekalahan mereka. Hahahahahhakz….
Aku melapar pagi ini….
Snack pagi dari kantor tak mengenyangkan nafsu cacing-cacing ini…
Aku-pun sudah menyusun rencana untuk pergi ke kantin sebelum sholat….
Tapi,,,,mendadak perasaan itu muncul
perasaan dimana perutku kembung…kembung dengan segala macam polemik yang tiba-tiba ada diotakku
dan tak lagi ku rasa lapar yang amat sangat itu
Pernakah kau merasa seperti itu?
Pernah donor darah?? Saya sudah 2 kali melakukannya. Pertama ketika saya dinyatakan berusia 17 tahun, salah seorang sahabat saya, Rennita yang notabene adalah seorang PMR sejati memberikan kado terindah saat saya ultah, yaitu pelukan hangat saat jarum suntik itu menembus nadiku dan mengambil darahku dengan sangat cepat dan sangat….tapi ternyata nggak sakit lho. Rennita sungguh sangat berperan dalam hal ini karena dia juga mengabadikan moment sangat berkesan itu sehingga saya masih bisa tetap narzis di saat saya sedang lemah-pun
Yang kedua, saat saya berusia 18 tahun. Kebetulan saat itu saya baru jadian dengan dia. Jadi saat jarum suntik menekan nadi kami -kami donor bersamaan- tangan kami saling menggenggam seakan menstimulasi semangat dan kasih sayang. Hihihihi…tetep saja saya meminta Rennita yang kebetulan atau tepatnya lagi-lagi menjadi petugas event ituh untuk mengabadikan moment tsb. Saya sangat narzis ternyata
Sejak lulus, saya sudah tidak lagi berdonor, padahal saya pingin lho. Saya sampai lupa golongan darah saya apa. Antara A dan B seingat saya. Umm….terlepas dari kemanusiaan, saya suka donor karena saya akan dapat roti dan susu. Entah…rasanya beda jika saya membelinya sendiri hohohohoho…
Punya alasan khusus dalam berdonor??
Dakara ima ai ni yuku
So kimetanda
Poketto no kono kyoku wo
kimi ni kikasetai
Sotto boryu-mu wo agete
Tashikamete mitayo
Oh Good-bye Days
Ima, kawaru ki ga suru
Kinou made ni So Long
Kakko yokunai
Yasashisa ga soba ni aru kara
La la la la love with you
Katahou no earphone wo
Kimi ni watasu
Yukkuri to nagare komu
Kono shunkan
Umaku aisete imasu ka?
Tama ni mayou kedo
Oh Good-bye Days
Ima, kawari hajimeta
Mune no oku
All Right
Kakko yokunai
Yasashisa ga soba ni aru kara
La la la la love with you
Dekireba kanashii
Omoi nante shitaku nai
Demo yattekuru deshou, oh
Sono toki egao de
“Yeah, Hello My Friend” nante sa
Ieta nara ii noni
Onaji uta wo
Kuchizusamu toki
Soba ni ite I Wish
Kakko yokunai
Yasashisa ni aeta yokatta yo
La la la la good-bye days
meskipun aq nggak tau artinya,,entah kenapa serasa begitu dalemnya lagu ini…ada yang bisa mentranslitkannya ke bahasa indonesia yang baik dan benar buat saya?
Terkadang kita memberikan satu hal yang seharusnya hanya kita beri porsi setengah menjadi tiga per empat. Dan itu kita lakukan tanpa sadar. Seperti hidup ini. Dalam hidup kita nggak hanya ada kita dan kesibukan kita. Ada hobi kita, teman kita, pacar kita, dan ada waktunya kita harus sendiri. Semua punya porsi sendiri-sendiri yang harus kita atur seadil mungkin.
Susah memang mengaturnya, apalagi kalo berhubungan dengan yang namanya perasaan. Cinta dan persahabatan. Atau pekerjaan. Semua menuntut porsi yang lebih. Tapi bagaimana jika kita menginginkan porsi lebih pada salah satunya padahal ada hal yang buat hal itu nggak mungkin terjadi?
Bagaimana kita memberi porsi pada semua hal sama? Agar semua terlihat seperti seharusnya,,,,,
Pernah suatu ketika saat saya masih berstatuskan karyawan sebuah perusahaan telekomunikasi yang sudah amat terkenal akan kinerjanya yang dinilai “santai”. Bayangkan saja, dalam 30 hari, terhitung saya hanya bekerja 3 hari yaitu pada tanggal 1, 2 dan 3. Selebihnya saya hanya sebagai penikmat dari kemewahan ruangan saya. Saya hanyalah pegawai kecil yang disuguhi dengan TV 29″, tape recorder, AC, Dispanser, dan yang terpenting saya punya ruangan sendiri. Sungguh tempat pribadi saya.
Namun, dibalik semua itu, saya jenuh sekali. Jenuh karena tidak adanya hal yang saya kerjakan secara rutin. Palingan, saya hanya menandai berkas-berkas yang akan ditanda tangani bos saya, menyerahkannya ke manager, mengatur dan mempersiapkan rapat-rapat dan mengingatkan bos saya akan jadwal-jadwal beliau. Saya jenuh!!!
Beralihlah saya ke suatu perusahaan lain. Masih juga dibidang telekomunikasi. Perusahaan yang tergolong hebat dalam pelayanannya. Bangga juga bisa bergabung di sana. Di sinilah saya merasakan sebenar-benarnya kerja. Saya diberikan aktivitas rutin setiap hari, membuat laporan setiap hari dan setiap bulan, melayani request dari orang-orang yang berada dalam satu ruangan dengan saya. Ya!! Satu ruangan!! Kali ini saya harus berbagi. Tidak cukup hanya dengan beberapa orang, tapi banyak orang. Menyenangkan pertamanya. Saya jadi tidak merasa kesepian, namun di saat-saat tertentu saya memuja ruangan saya yang begitu mewahnya di sana. Tapi ruangan itu sudah terisi dengan orang lain kini
Tapi saya kembali jenuh. Jenuh karena setiap hari harus berkutat dengan kesibukan dan tuntutan untuk selesai tepat waktu (istilah kerennya deadline). Saya heran. Padahal hal inilah yang saya impi-impikan sejak dulu. Saya merasa mendapat uang tanpa terkesan Majibut alias makan gaji buta. Lalu kenapa sekarang saya harus mengeluh?
Hoooaaammm……sudahlah :-j saya sudah harus kembali bekerja. Doakan saja saya tidak muntah formula setelah ini hehehehehehe….
P.S: Teman-teman bloggerkuuuuu….AngelNdutz kembaliiiiii!!!!!!!!!!!! >:D<
Terkadang, tak perlu ada orang lain untuk dapat menenangkan kita, cuma ada kita dan alam……..
Dulu, saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, ibu guru saya selalu mengajarkan berbuat jujur dan selalu menolong sesama yang membutuhkan bantuan kita…saya sangat mengayomi itu, meski terkadang saya tidak jujur dan saya juga tidak selalu bisa membantu sesama (terutama masalah finansial :P ), tetapi toh saya sudah berusaha kan? *pembelaan
Tetapi hal yang diluar dugaan saya terjadi kemarin…saat saya sedang berada di PO Restu untuk kembali ke Surabaya mengais rezeki. Hal yang seharusnya bisa saya cegah, namun tidak saya lakukan. Di depan mata saya ada seorang lelaki yang sedang mencopet dompet bapak di depannya. Kejadiaan itu tepat di depan muka saya. Ingin rasanya saya untuk mencegah tangan pencopet itu dan berkata dengan lantang COPET!!!!! namun ada juga perasaan egoisme ah..bukan itu saya rasa yang tepat digunakan untuk menunjukkan perasaan saya saat itu. Takut!!! Ya..takut. Saya takut saya akan dibunuh atau diincar jikalau saya naik bus itu kembali. Saya menjadi bimbang dan akhirnya saya hanya bisa melewatkan kejadian itu dan menganggapnya tidak pernah terjadi.
Namun kini saya menyesal, saya merasa jika yang dicopet itu saya, pasti saya akan menyumpahi orang yang melihat kejadiannya namun membiarkannya berlalu. Duh…saya ternyata masih belum dewasa ![]()
Saya merasa sangat bosan dengan semua hal
Termasuk hal yang sedang saya lakukan sekarang
Dan hal-hal yang akan saya lakukan
Semua membosankan