Kabar bahagia atau aib?

nikah

Sampai saat ini saya masih bingung dengan fenomena kebanyakan orang menikah diam-diam. Tau-tau uda pada nongol nunjukin jari manis yang uda disemati cincin dan beberapa potong foto-foto pernikahan, biar nggak dikira hoax kali ya..hehe..

Fenomena ini saya simpulkan diawali dengan pernikahan beberapa artis yang terkesan diam-diam dan penuh rahasia. Belakangan hal seperti itu juga menjadi tren di kalangan muda-mudi biasa.

Seperti itu juga terjadi pada salah satu orang yang saya kenal, tiba-tiba saja dia masuk milis dan menyebarkan berita seperti yang saya capture di atas. Sebelumnya memang juga ada orang yang saya kenal yang tiba-tiba muncul dengan berita kehamilannya dan dia baru konfirmasi kalo sebenarnya dia sudah menikah. Kedua orang yang saya kenal itu menikah secara siri alias secara agama saja, belum secara hukum.

Sebenarnya nggak papa sih, mau mereka nikah siri atau nikah hukum, saya kurang begitu peduli dengan itu, karena itu urusan mereka, itu kehidupan mereka, jika mereka sudah berani mengambil keputusan untuk menikah dengan cara mereka itu, berarti memang mereka siap menerima konsekuensinya. Saya yakin mereka sudah dewasa, uda nggak pantes dinasehati. Yang saya sesalkan kenapa harus diam-diam?? Bukannya pernikahan itu adalah hal yang suci dan sakral? Bukankah pernikahan itu adalah hal yang membahagiakan dan indah? Kenapa begitu pelitnya orang-orang yang nggak mau membaginya kepada orang-orang yang dikenalnya. Nggak mau dikunjungi? Nggak mau kesakralan pernikahan dicemari recoh dan rusuhnya saya dan teman-teman saya yang lain? Saya rasa memberi kabar saja itu sudah membahagiakan kami. Saya rasa kami bisa memahami jika kalian tidak mau kami hadir, tapi kami hanya ingin kalian berbagi kabar bahagia itu dengan kami. Sudah, itu saja.

Karena pernikahan itu adalah kabar bahagia bukan aib yang musti ditutup-tutupi, bukankah dengan apa yang kalian lakukan sekarang dapat membuat kami yang mengetahuinya menjadi berpikiran yang bukan-bukan? Atau malah pikiran kami itu menjadi yang iya-iya? Tidak ada yang tahu. Naudzubillahmindzalik,,,semoga pernikahan saya besok tidak diwarnai dengan kesakit hatian dan fitnah yang keji, amiinn….

[UPDATE] Sebenarnya seperti yang sudah saya singgung di atas, saya bukan meminta diundang atau apa, kalaupun memang nggak diundang karena alasan keterbatasan dana dll, saya dan temann-teman saya pasti mengerti, saya cuma ingin dikabari, jadi saya bisa ikut mendoakan kelancaran pernikahannya dan juga mendoakan supaya keluarganya menjadi keluarga yang bahagia dunia dan akhirat. Hanya itu!

Posted in Kehidupan | Tagged , , , | 9 Comments

Semua sudah ada porsinya…

R.I.P

Saya sangat yakin jika semua orang di dunia ini pernah memiliki rasa iri. Entah iri kepada teman, saudara atau bahkan pada artis :| . Ada yang menjadikan iri itu sebagai acuan untuk menjadi lebih baik, namun tak jarang yang menjadikannya sebagai bahan penghancuran bagi subjek yang diiri, terkadang iri yang seperti itu akan menjadi bumerang baginya sendiri.

Pun saya. Iri dengan kesuksesan salah satu teman saya yang dengan begitu mudahnya bisa diterima menjadi pegawai tetap salah satu BUMN begitu kami lulus SMK. Saya sering bertanya mengapa saya tidak bisa seperti dia, punya nasib semujur itu siapa yang nggak ingin? Namun, saya termasuk orang yang menjadikan iri saya itu sebagai acuan untuk dapat bekerja keras dan belajar dengan harapan nantinya saya bisa mengikuti jejak dia.

Sabtu kemarin, saya mendengar kabar bahwa ibunya sedang di rawat di RSAL dr.Ramelan Sby, niat hati ingin menjenguk Senin sepulang kuliah jam pertama, namun apa yang mau dikata, sebelum kami sempat berkunjung, dia mengabarkan bahwa ibundanya sudah tiada. Betapa kagetnya saya dan teman-teman mendengarnya. Perasaan sedih bercampur penyesalan mengapa kami tidak menjenguk lebih awal.

Penyesalan yang tiada kira lebih dirasakan pada Intan,salah satu sahabat saya, yang disms secara khusus oleh teman saya tadi. Dia minta Intan untuk datang menjenguk ibunya. Namun Intan yang saat itu sedang sibuk kerja, ngerjain tugas kuliah, dll baru sempat akan menjenguk senin itu, namun ternyata Allah berkata lain. Dia merasa tertegur telah mementingkan kesibukannya tanpa mengindahkan temannya yang sedang membutuhkannya di sana. Sangat membutuhkan mungkin.

Saya ikut merasakan betapa sedihnya Intan mengetahui semua sudah terlanjur terjadi. Saya berharap saya tidak perlu diberi teguran seperti itu oleh Allah untuk menjadikan saya mengerti apa arti toleransi dan kesetiakwanan.

Saat ada penarikan dana amal untuk diberikan kepada teman saya yang terkena musibah tadi, banyak yang saya ajak untuk takziyah ke sana, banyak yang bilang sibuk dan nggak bisa ke sana, mungkin benar mereka sibuk, sama seperti Intan saat itu, tapi apa nggak adakah waktu sedikitpun buat menghibur temannya yang terkena musibah itu? Nggak relakah sejam saja meleburkan kebahagiaan diri sendiri demi membangkitkan semangat hidup sahabat? Nggak bisakah menyibukkan diri menghibur sahabat dan memberikan keteduhan di hatinya, memberi tahu dia bahwa kita selalu ada untuk dia. Sesekali! Hanya SESEKALI!! Toh Allah juga tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-Nya yang nggak bisa dilalui. Nggak mungkin dong, kita akan pernah bilang “Nggak mau ah..gw uda capek ngehibur dia terus. Hidupnya yang ada hanya bencana.”

Saya tertegun ketika membaca status GTalk salah satu sahabat saya, “Sebagian yang kita dapatkan adalah milik orang lain.” Saya benar² tergugah dan menyadari betapa benar apa yang dikatakannya, bukan hanya terbatas pada harta, namun kebahagiaan kita sebagian adalah milik orang lain…pelajaran lain yang saya petik adalah, semua sudah ada porsinya. Allah memang Maha Adil. Saya tidak akan iri pada teman saya itu lagi. Ya..sekali lagi semua sudah ada porsinya… :)

Posted in Kehidupan | Tagged , , , , | 30 Comments

Piala Dunia yang…

maskot piala dunia 2010

Sejak 11 Juni lalu, genderang Piala Dunia 2010 sudah ditabuh. Histeria yang mulai diperdengungkan sejak awal tahun di negeri ini cukup dinanti semua orang di seluruh pelosok dunia. Nggak hanya yang doyan bola ajah yang keranjingan, bahkan yang sebenarnya nggak suka jadi bisa dadakan suka ajang ini. Entah kenapa. Mungkin biar nggak dianggap ketinggalan jaman atau biar bisa deket sama gebetan ajah *bukan pengalaman pribadi*.

Tapi bagi saya yang cukup mengikuti sepakbola, Piala Dunia 2010 ini kurang greget. Saya merasa tim-tim papan atas yang menjadi andalan kebanyakan orang, malah menjadi tim kacangan yang rela menjadi bulan-bulanan tim non-unggulan. Lihat saja Spanyol yang kalah dari Swiss, ataukah yang paling gres pertandingan tadi malam yang dengan sangat tidak manusiawi menyuguhkan pertunjukan Italia yang dipecundangi Selandia Baru dengan tahan imbang. Gol semata wayang milik Gli Azzurri itupun lewat tendangan pinalti. Huff…kecewa sangat saya memilih melihat pertandingan itu dibanding tidur nyenyak. Prediksi pertandingan bakal berlangsung seru dan pesta gol pun tidak tampak tadi malam.

Sebenarnya apa sih yang terjadi? Kenapa Piala Dunia kali ini terkesan membosankan dan nggak layak ditunggu? Apa mungkin karena pengaruh dari alat musik yang lagi in di sana Vuvuzela? Bisa saja, karena menurut berita yang saya baca, alat musik itu tidak baik bagi kesehatan, tentu dengan porsi yang berlebih bukan, dan bisa disaksikan saja bagaimana hampir seluruh penikmat bola di sana menggaungkan itu. Saya rasa ada kemungkinan pemain merasa stres dan kehilangan konsentrasi. Sehingga pihak All England melarang adanya Vuvuzela di ranah Wimbledon. Ataukah karena faktor usia yang disinyalir banyak pihak menggelayuti tubuh tim2 papan atas? Aih..saya sebagai penikmat bola dan bukan pengamat bola sebenarnya nggak mau tahu apapun alasannya. Yang saya mau hanya tampilan yang apik. Tapi ya saya yakin mereka sudah melakukannya dengan maksimal.

Karena sejauh ini saya kurang menikmati Piala Dunia, maafkan saya bebi..hati saya sedang mendua…mendua dengan yang lebih menegangkan sepertinyaa. Ya..Indonesia Open!! Ajang kejuaraan bulutangkis yang akan diadakan di Istora Senayan Jakarta mulai besok. Ketiadaan China dalam jajaran pemain yang akan bermain di turnamen ini, memperbesar harapan saya akan Indonesia yang lolos menjadi juara di berbagai aspek. Semoga :D Tapi jangan khawatir bagi yang masih suka dengan Piala Dunia, karena jadwal Indonesia Open sudah disesuaikan dengan Piala Dunia jadi nggak akan terjadi crash yang sangat tidak disukai bagi yang mendua seperti saya :”> atau yang berebut tivi dikostan :P *curcol*

Saya menjagokan Nova/Lily sebagai juara di ganda campuran, kamu??

Posted in Hobi | Tagged , , , | 21 Comments

Pandangan saya!!

Wah..wah..heboh sekali dan mengguncangkan dunia kasus video mirip Ariel Peterpan dan beberapa artis cantik dalam negeri. Sampai – sampai menjadi TT!! Hmm….lalu gimana sih pandangan saya mengenai ini? *e, peduli amat gua sama pendapat lu!!*

Entah mengapa, saya merasa masyarakat atau bahkan dunia entertainment melebih-lebihkan. Kalau memang video itu ternyata benar, seharusnya lho memang nggak perlu diperdebatkan. Itu urusan pribadi mereka. Mau mereka njungkir kek, bugil kek, atau apalah, kan itu memang urusan mereka, dan saya yakin sekali semua orang nggak mau dong urusan pribadi menjadi konsumsi publik?

Yang saya sayangkan, kenapa ada perusahaan yang langsung melakukan tindakan yang dianggap  mereka tegas dengan memecat atau menyudahi kontrak dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Kan yo belum tentu terbukti benar to? Kalau salah gimana? Balik kucing gitu? Helooooooooo!!!!!! Seperti Insert yang juga memilih memecat presenter berbakat dan seheboh Cut Tari. Ya mungkin mereka memikirkan dampak apabila tidak adanya pemecatan itu, mereka tidak akan menampilkan Hot Topic tentang Host-nya itu. Hmm…saya yang ya bisa dikatakan penggemar acara Insert di Trans TV karena ada Tari yang dengan komen-komen pedasnya itu mungkin akan berpindah channel.

Saya tidak akan menghujat mereka jikalau itu benar. Karena sekali lagi, mereka juga bukan malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan. Kalau memang masyarakat menuntut public figure seharusnya menjadi panutan yang baik bukan malah sebaliknya, bukannya memang sudah dilakukan? Mereka nggak gembar-gembor kan masalah ini? Hanya ada oknum yang laknat yang tega merusak karir mereka dan bahkan menghancurkan moral anak bangsa dengan cekokan video-video mesum itu.

Sudahlah!! Saya malas mengikuti perkembangan berita itu, karena memang sudah nggak mutu. Sudah lebih ke fitnah dan saya sudah cukup dipusingkan dengan tugas kantor, kuliah yang semakin tidak manusiawi ituh >.<!!

Ini murni pendapat saya, maaf jika ada yang kurang berkenan atau merasa tersinggung, saya bukan latah membahas ini, tapi saya lebih ke nggak tahan mengeluarkan uneg-uneg dalam hati saya.

Semangat!!!!!!

Posted in Kehidupan | Tagged , , , , | 21 Comments

Fenomenal!!!

Anak²

Libur kurang panjang kemarin, saya manfaatkan untuk pulang kampung. Yay!! Pulang ke kampung halaman saya yang mendamaikan hati. Bertemu dengan wajah-wajah lugu dan orisinil, penuh canda dan keakraban, meski semakin ramai saja. Tampaknya akhir Mei dan awal Juni banyak dipilih muda-mudi untuk melangsungkan pernikahan *ngitung amplop*

Kebetulan salah satu anggota keluarga saya juga mengikuti tren menikah di bulan Mei itu. Saya dan keluarga saya naek mobil ke tempat acara. Sesampainya di sana, kami bertemu dengan keluarga kami yang lain. Kebetulan saya mempunyai sepupu kecil yang tinggal di Surabaya juga. Hitungannya dia sepantaran sama adek saya meskipun masih tua dia beberapa tahun. Yang namanya anak kota, pasti mainannya bukan lagi layangan, gobak sodor, kelereng, atau sebangsanya dong..

Adek saya : “Dek, ayo dulinan montoran” (Dek, ayo main mobil²an)
Ponakan saya : “Emoh. Silihno hapene ibukmu. Pengen main internetan.” (Gak mau. Pinjemkan hapenya ibukmu. Pengen main internetan)

Adek saya yang di sekolahnya masih belum diajarkan apa itu internet mlongo. Dan diapun beringsut mengambil hape Ibu saya yang memang selalu di taruh di meja. Akhirnya adek saya bermain dengan teman²nya mobil²an selagi ponakan saya asyik masyuk dengan internet.

Hmm…saya bingung. Haruskah saya bangga pada adek saya yang masih bisa menikmati masa kecilnya berbagi kebahagiaan bersama teman²nya? Meskipun toh mainannya nggak modern, mainannya terkesan ndeso. Ataukah saya harus bangga dengan ponakan saya yang masih kecil sudah melek teknologi? Meskipun banyak waktunya dihabiskan sendiri, terkesan nggak butuh teman untuk mencari kesenangannya.

Ini saya sebut fenomenal. Sungguh! Bagaimana anak kota harus bergaul dengan anak desa yang tentunya berbeda pergaulan dan gaya hidup.

Tapi saya tetap menyayangi adek saya dan ponakan saya lho :P

Posted in Kehidupan | Tagged , | 17 Comments

Sekilas Tentang Hidup…

Hidup ternyata nggak bisa semulus bayangan kita, sobat! Apalagi bayangan ketika kita masih berasyik masyuk dengan asmara di kala muda. Banyak sekali hal yang terlewatkan atau bahkan tidak melintas dalam bayangan kita sebelum menikah. Tentu bayangan kita selalu yang indah-indah bukan? Ya saya sadar kok kalau bayangan kita nggak indah² mana mungkin kita mau menjalaninya? :D Terus terang saya juga berangan-angan yang indah² :P

Tapi…memang hidup tak selalu seperti yang kita inginkan. Hidup penuh dengan hal yang mengejutkan. Kadang senang…kadang sedih…kadang dapat rejeki nomplok…kadang jadi bangkrut :|

Sebut dia Maria (hanya nama samaran), wanita manis yang dinikahi oleh Paijo 3 tahun yang lalu. Paijo adalah tipe laki-laki setia, mungkin, dia nggak pernah melihat fisik dari Maria yang yaa..jauh dari seksi, atau mungkin pandangan dia seksi itu ya yang seperti Maria yang berbadan bongsor ituh.

Tapiii..beberapa bulan ini, Maria sering pulang ke kampung dengan adiknya, bukan dengan Paijo. Eternyata…si Paijo ini tipe cowok kampret jg, masak iya dia punya selingkuhan? Pake dipasang di salah satu situs jejering sosial juga! Show off banget!!

Coba deh bayangin gimana jadinya perasaan Maria? Hancur?? Pasti! Sedih? Apalagi! Tapi Maria adalah salah satu contoh yang ya..masih tergolong ringan karena dia baru diselingkuhi sekali ini dan disinyalir kuat si Paijo ini kena guna² dari janda selingkuhannya itu, ada lagi kisah dari Diana(bukan nama sebenarnya juga). Wanita malang itu sudah 3 kali diselingkuhi suaminya, bahkan saking cintanya atau bodohnya, Diana sampai rela hutang kesana kesini demi memenuhi kebutuhan suaminya itu. Dan alhasil, hutangnya bertumpuk. Siapa yang menderita sekarang? Bukan!! Sama sekali bukan Diana ataupun Maria..mungkin mereka masih bisa mengobati luka mereka dengan mencari pasangan baru yang lebih nggenah, tapi bagaimana perasaan orang tua mereka? Sudah tidak bisa lagi dikatakan sedih ataupun hancur,,,tidak terdefinisikanlah…sampai² orang tua Diana nggak nafsu makan. Ya jelaslah siapa yang menanggung malu? Siapa yang menutup hutang²nya kalau bukan orang tuanya?

Begitulah sebagian cuplikan kisah nyata. Apa yang dapat saya simpulkan dari sini? Kesetiaan itu mahal!! Dan jangan pernah mencari pasangan hidup hanya dengan melihat wajahnya meski pacar saya sangat ganteng, tapi lihatlah dari hatinya!

Posted in Kehidupan | Tagged , | 13 Comments

Pilihan Hidup

Owner d'angelz shop (minus pipi)

Haiiiii…..
ada yang ingin tahu dimana saya? Hehe..sebenernya hiatus ini karena saya tidak bisa mengakses blog saya dan blog kanda saya ketika jam kerja..biasalah kantor saya juga memberlakukan sesuatu yang menurut saya sangat mengganggu dan sangat tidak bijak. Kalau nggak mau kebobolan dalam pengadaan internet, kenapa nggak diblok untuk download berlebih, situs-situs porno dan situs-situs jejaring sosial, tapi nggak perlu semuaaaaaa….sangat tidak bijak *lah kok curcol?*

Kali ini saya akan berbicara tentang masa depan saya. Wah..jangan menganggap saya telah melakukan hal nista sehingga masa depan saya terancam ya..hehe naudzubillahmindzalik de :P Saya berencana ketika saya sudah berstatus istri orang, saya berhenti bekerja di luar rumah, ya seperti pekerjaan saya sekarang ini, pekerjaan kantoran yang mengharuskan saya untuk diam di kantor seharian penuh. Saya nggak ingin anak saya kurang maksimal perkembangannya karena tidak saya awasi langsung. Ya mungkin ada yang tersinggung karena memang tidak semua wanita yang bekerja di kantor itu tidak bisa mengawasi perkembangan putra-putrinya, tapi jujur saya meragukan saya bisa melakukan itu :D Saya menyadari sangat bahwa otak saya kurang mampu untuk bermultitasking :P . Saya yakin suami saya kelak paham akan pilihan saya. Namun bukan berarti diam di rumah tidak menghasilkan lho… Saya sudah sangat memikirkan itu, karenanya saya merintis usaha dengan teman-teman kost saya. Kami menjual Bebidol yang kami beri nama d’angelz shop. Sederhana memang..tapi saya menyukainya. Menilik bagaimana kami sepakat mendirikannya Januari 2010 kemarin, hanya bermodalkan yaa..kurang dari sejuta, namun usaha kami ini masih bisa bertahan bahkan antusiasme dari pelanggan kami sangat besar, terbukti setiap bulan kami selalu mempunyai koleksi-koleksi baru. Sampai-sampai belum di aplut di FB sudah habis duluan :P Alhamdulillah..Allah selalu melapangkan rejeki orang-orang yang nggak pantang menyerah.

Saya berfikir, jika saya menjadi seorang pengusaha, saya masih bisa di rumah mengawasi buah hati saya, dan menyambut suami saya pulang kerja, namun saya juga masih bisa membantu ekonomi keluarga. Saya bangga saya mempunyai kemampuan untuk memasarkan barang dengan baik, dan melihat permintaan pasar.

Tapi bagaimanapun…itu adalah pilihan hidup saya. Saya akan menjalaninya dengan penuh suka duka,,begitupula kalian..pasti kalian sudah punya rencana masa depan kan? Saya saja yang masih 21 tahun sudah merintis dari sekarang. Hehe..ayo buat masa depanmu terpampang cerah dengan merencanakannya mulai dari sekarang. Semangat!!!

Posted in Karir | Tagged , , | 3 Comments

Karangan Bunga Cinta

bukan romantis

bukan puitis

bukan dan bukan itu

karena aku tak pernah sekalipun mengharapkan itu

bukan pukulan

bukan rajaman

bukan dan bukan itu

karena aku tak pernah sekalipun mendapati itu

tapi ada satu hal yang aku ingin kau tahu

satu hal yang selalu kau lakukan tapi tak pernah aku inginkan

jangan pernah membentakku

hatiku bagai diiris sembilu jika kau lakukan itu

tetesan air matapun tak mampu merengkuhku


sayang…

betapa aku sangat mencintaimu

betapa tak teganya aku mengatakan ini padamu

namun, hati ini benar-benar tlah hancur

aku pergi sayang,,

semoga kelak tiada lagi hati yang terobek karena itu…


dalam temaram senja,

dinda

puisi yang tak pantas disebut puisi ini sebenarnya mau saya ikutkan dalam kompetisi bergengsi abad ini. E, karena saya sudah terlambat dan sudah ditemukan pemenangnya, ya daripada dibuang mending tetep saya post saja. :D Maafkan saya mbok, karena mendompleng kepopuleran simbok telat :P

Posted in Uncategorized | 23 Comments

Keyakinan dan Kecintaan

DISCLAIMER : Ini murni pendapat pribadi saya

Pernah mendengar orang yang akan menikah tiba² kandas di tengah jalan, lantas menikah dengan orang lain?

Semacam Gendis. Gadis manis kembang desa yang merobekkan puluhan hati jejaka kampungnya karena akan segera menikah dengan putra tuan tanah, Sunarto. Jelang 3 hari sebelum pernikahan dilangsungkan, Gendis membatalkannya. Dia merasa belum siap untuk menikah, padahal diketahui warga kampung itu, Gendis dan Sunarto sudah saling menyayangi begitu lama.

Sunarto yang tak tahan diperlakukan begitu oleh Gendis memilih pergi ke luar pulau, dan tidak kembali lagi. Lain halnya dengan Gendis. Dara satu itu, kembali membuka kompetisi jejaka kampung. Mulai dari pedagang sayur sampai juragan tahu menjajal peruntungannya menggaet hati Gendis.

Itulah cinta…mudah datang, mudah pergi. Tidak ada siapapun yang bisa menjamin 100% kalau cinta tidak akan berubah.

Lalu bagaimana dengan keyakinan? Keyakinan itu menurut saya tidak akan berubah. Jika ada orang yang berargumen sudah tidak yakin akan suatu hal lantas meyakini hal yang lain, menurut saya itu konyol. Sebenarnya itu bukanlah suatu keyakinan itu hanya kecintaan. Sebagaimana iman kita. Kita yakin akan adanya Tuhan kita masing² (dalam hal ini Tuhan saya adalah Allah SWT), keyakinan itu disertai dengan kecintaan kita terhadap-Nya, itulah yang membuat naik-turunnya iman kita, namun kita tetap yakin bahwa Dia adalah Dzat Maha Agung. Tapi jika kita sudah bilang tidak yakin lagi kepada-Nya, lalu memilih menjadi seorang Atheis, maka sebenarnya di dalam hatinya tidak pernah ada keyakinan, hanya ada kecintaan, dan cintanya juga sangat rapuh. Naudzubillah min dzalik…semoga kita terhindar dari semua itu.

Seperti katanya, agama adalah hal paling pribadi dan paling sensitif bagi semua orang. Jangan pernah menyinggung tentang itu, dan hormatilah semua agama, jika kamu ingin dihormati juga. Dan, kawan, saya ingin kita memastikan sendiri dalam hati kita masing², sudahkah kita meyakini Tuhan kita? Ataukah kita masih saja terjebak dalam kerapuhan cinta?

Posted in Uncategorized | 7 Comments

Menjadi orang lain itu terkadang adalah sebuah pilihan!!

Siapa bilang pulang kampung membuat kita buta sejenak akan berita? Pulang kampungku kali ini justru berbeda. Ada berita atau semacam pelajaran hidup yang saya dapatkan.

Tersebutlah Anita. Seorang waria asal kampung sebelah. Dia tampak bukan seperti waria, namun jika sudah bicara dan diperhatikan tingkah lakunya itu, tentu tahu dia seorang waria. Saya mengenalnya dari saudara sepupu perempuan saya yang mengajak saya ketika akan potong rambut. Si Anita ini baru membuka salon perawatan rambut. Tertarik karena keingin tahuan lebih lanjut akan kehidupannya, saya-pun ikutan perawatan. Pertama hanya guyonan khas waria. Endel, centil. Ah..itu sudah menjadi cirinya, namun lambat laun, dia mulai cerita yang mungkin akan membuat saya tercengang.

Nama lahirnya Antoro. Dia seorang yang biasa saja. Dari keluarga ekonomi sulit. Ayahnya seorang pengangguran yang kerjanya hanya bisa menyakiti ibunya terus setiap hari. Ibunya selalu dibentak, dipukul, bahkan dianiaya secara batin. Setiap hari selalu pemandangan yang mengiris batinnya itu ia dapatkan. Antoro kecil tidak pernah mendapatkan kasih sayang orang tua, apalagi uang jajan, dia hanya harus puas mendapati ketela pohon yang disediakan di meja makannya setiap pagi.

Dendam! Jelas sekali. Figur ayah yang pengangguran, suka memukul, sudah menjadi noda hitam dalam dirinya. Dia sudah tidak mau melihatnya lagi. Tapi, dia tidak punya kemampuan untuk dapat menjadi pengganti ayahnya dalam memimpin keluarga, meski secara fakta tidak ada figur itu dalam keluarganya.

Lambat laun dia mulai ikut magang di salon² terkemuka, mulai dari tukang sapu sampai dipercaya pegang rambut, dia lakoni. Dan, taraaaaa….dia sudah berani membuka salonnya sendiri. Ibarat toko, nggak akan ada yang beli di toko baru kalau nggak beda dari toko yang lama kan? Maka dia berani mengambil resiko untuk menjadi seorang waria, karena belum ada salon waria di situ.

Wah, bukannya suatu pengorbanan besar? Karena resiko yang diambilnya itu, sekarang dia sudah berhasil mendanai perceraian ibunya, dan menyekolahkan adiknya. Sempat saya memberanikan bertanya, kemana nanti masa depannya akan dibawa? Apa jawabnya?

Saya kan juga masih manusia biasa. Masih laki-laki. Tentu saya akan membina rumah tangga dengan wanita sholehah, tapi itu nanti mbak, kalau saya sudah sukses

Apa yang ada dalam benakku? Mempertanyakan apa yang telah aku sembahkan untuk ibuku hingga saat ini? Ya. Dan tahu jawabannya? Belum ada. :(

Posted in Uncategorized | 14 Comments